Minggu, 07 Desember 2014
Sabtu, 06 Desember 2014
Watermark
Pentingnya sebuah perlindungan terhadap pencurian atau pemakaian foto yang diunggah ke internet tanpa ada izin dari sang pemilik foto asli membuat saya membuat watermark sederhana.
Selain fungsi nya untuk perlindungan, sebagai ajang eksis agar orang-orang mengetahui siapa yang mengambil foto tersebut.
Selain fungsi nya untuk perlindungan, sebagai ajang eksis agar orang-orang mengetahui siapa yang mengambil foto tersebut.
![]() |
| watermark |
Rabu, 03 Desember 2014
Selasa, 02 Desember 2014
Selasa, 01 April 2014
-YA ALLAH INILAH
PROPOSAL HIDUPKU-
Waktu
itu pukul 17.55 menjelang maghrib, lahir seorang anak laki-laki pasangan dari
Ditar dan Nini yang diberi nama Muhammad Nurtannio. Lahir di Palembang tepat
nya di Rumah Sakit Tiara Fatrin. Muhammad Nurtannio yang diberi panggilan Tio,
tumbuh besar di Palembang. Dia menikmati masa kanak-kanak di Taman Kanak-kanak
Ikal Dolog. Masa kecil yang luar biasa, bermain ayunan, perosotan,
jungkat-jungkit, dan permainan lainnya yang dimiliki TK pada umumnya. Dia cukup
bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, karena dia cukup banyak
memiliki teman. Dua tahun masa kecil yang sangat menyenangkan dilalui, dia
beranjak dewasa.
Pada tahun 2000
memasuki tahun ajaran baru SD Yayasan IBA Palembang. Disanalah dia sekarang
menimba ilmu, mulai belajar membaca, berhitung. Pada waktu SD bisa dikatakan
dia termasuk anak yang pintar karena sering mendapatkan juara kelas. Dia sangat
senang bermain sepak bola bersama teman-temannya. Seperti biasa Tio sangat
mudah beradaptasi dengan lingkungan SD nya. Akan tetapi, pada waktu dia duduk
di kelas tiga semester dua, dia harus pindah ke sekolah baru dikarenakan sang
Ayah yang pindah tugas ke Bandar Lampung. Beliau bekerja di PT.Pelabuhan
Indonesia II cab.Palembang dan dipindah tugaskan ke kantor cab.Lampung. Sebenarnya
terlalu muda untuk Tio berpindah lingkungan, tapi dia hanya bisa mengikuti.
Bandar Lampung,
2003. Walaupun ini bukanlah kali pertama dia ke kota ini, sudah beberapa kali
dia ke kota ini tapi bukan menjadi tempat persinggahan akan tetapi hanya
sebagai lalu jalan saja. Biasanya Tio dan orang tua nya melewati kota Bandar Lampung
untuk menuju Jakarta menuju tempat kerabat mereka di sana. Namun sekarang,
mereka berada di sini untuk melanjutkan
hidup. Tio mendaftar di SD Fransiskus II Rawa Laut Bandar Lampung,
terdaftar sebagai siswa pindahan. Agak sulit untuk dia beradaptasi di
lingkungan yang baru ini dikarenakan factor Bahasa yang sangat berbeda jauh.
Kalau biasanya dia menggunakan logat Palembang yang sangat kental, sekarang dia
harus terbiasa mendengarkan kata-kata yang lebih Indonesia yang lebih formal
ataupun lebih dikenal Bahasa gaul. Tapi ini bukanlah masalah yang besar yang
dihadapi oleh dia, dibuktikan dengan dia mampu mengikuti dan memiliki banyak
teman. Dia tergabung dalam klub sepak bola sekolah dan pernah mengikuti
berbagai macam pertandingan antar sekolah di lampung. Walaupun semenjak pindah
ke Bandar Lampung prestasi akademik sedikit menurun. Apalagi dipelajaran Bahasa
Lampung, sangat sulit baginya. Waktu berlalu dengan cepat, seragam putih merah
itu segera berganti.
“Kriing…Kringggg…
“, bel sekolah berbunyi tanda tahun ajaran baru SMP dimulai. Ini MOS (Masa
Orientasi Siswa) pertamanya di SMP N 23 Bandar Lampung. Dia mulai beranjak
dewasa, badannya mulai meninggi dan sedikit jerawat mulai timbul. Waktu SMP dia
mulai bangkit di bidang akademik, dia mengikuti lomba LCT dan Olimpiade
walaupun belum pernah juara, akan tetapi sesuatu prestasi mewakili SMP nya.
Tiga tahun sangat lah cepat, persabahatan, cinta, semuanya terbentuk di masa
itu. Dan waktu membawa nya ke masa putih abu-abu. SMA.
SMA N 9 Bandar
Lampung, 2009. Waktu begitu cepat, seperti terbangun di pagi yang sama akan
tetapi sekarang berbeda. Seragam yang lama sudah diganti dengan yang baru. Buku
yang lama sudah tak dipakai lagi. Memasuki masa-masa SMA dimana semuanya terasa
sangat mengesankan, sangat indah, tempat dimana impian-impian segala mimpi di
bayangkan, dikhyalkan, dijanjikan. Cinta masa SMA yang sangat sulit dilupakan
dan sebuah persabahatan yang patut diapresiasikan sangat tinggi di bawa sampai
mati. Tio sudah sangat dewasa walaupun tingkah nya masih sedikit
kekanak-kanakan. Pada waktu SMA dia tergabung dicukup banyak organisasi. Mulai
dari klub basket sekolah, klub film sekolah. Dia juga mempunyai band dan
mengikuti festival-festival sekolah di Bandar lampung. Perjalanan yang sangat
singkat yang rasanya tidak ingin diselesaikan, itulah masa SMA yang mungkin
adalah satu-satunya masa yang setiap orang ingin mengulang nya. Akan tetapi
waktu akan terus berlari, dia tidak akan menunggu atau berhenti satu detikpun.
Hingga tiba dimana hari kelulusan, hari yang sangat sakral bagi seluruh
siswa/siswi SMA se-Indonesia. Dan surat pun dia genggam, lalu dibuka. “
MUHAMMAD NURTANNIO dinyatakan LULUS “.
Kegagalan
merupakan guru terbaik menuju keberhasilan. Dan itu memberi pelajaran yang
sangat berharga untuk pemuda itu. Gagal dalam tes untuk masuk Sekolah Tinggi
Ilmu Pelayaran adalah sebuah pukulan telak di hati dia. Impian yang dibangun
seindah mungkin itu pecah berkeping-keping. Dia mencoba bangkit.
Di sinilah dia sekarang,
Universitas Lampung. Ruang kuliah pertamanya, dengan kursi yang langsung
mempunyai meja diatasnya tersusun secara vertical dengan dipisahkan dua lantai
yang kosong sebagai sekat untuk jalan. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam D3 Manajemen Informatika. Tempat dimana impian baru terbentuk, sebuah
mimpi baru dibangun disini. Dia memulai nya dari bawah lagi, mencoba mendaki
anak tangga itu satu persatu hingga nanti dia temukan tempat yang lebih tinggi
dimana semua impian nya bisa dia lihat dan dia gapai. Tergabung di Organisasi
bernama HIMAKOM (Himpunan Mahasiswa Ilmu Komputer) mimpinya adalah menjadi
Ketua Umum di Organisasi tersebut. Oke, dari sini mulai lah diceritakan
mimpi-mimpi, sebuah prestasi yang akan dia raih, yang akan dia genggam dan akan
dia kejar untuk mendapatkannya.
Ya, Allah
izinkan lah aku lulus 2,8 tahun untuk kuliah ini dengan IPK diatas 3.5, begitu
ucapnya. Dia coba pejamkan mata dan mendalami doanya. Dan tiga tahun lewat lah
sudah diangkat lah toga itu, walaupun tidak 2,8 tahun tapi dia berhasil menyelesaikan
masa kuliah tepat tiga tahun. Betapa bangga kedua orang tuanya, melihat sang
putra dengan gagah berhasil menyelesaikan tugasnya.
Ya, Allah
izinkanlah aku menginjakan kaki di Universitas Indonesia dan jadikanlah aku
salah satu mahasiswa disana, amin. Tutup doanya sebelum mengerjakan soal-soal
TPA untuk masuk program S1 ekstensi Univ.Indonesia. Walaupun soal-soal itu
terlihat begitu susah akan tetapi dia berusaha mengerjakannya dengan baik. Dan
akhirnya tiba hari pengumuman. Dia berhasil. Muhammad Nurtannio, mahasiswa S1 Sistem Informasi
angkatan 2015 berhasil lulus 1,5 tahun dengan IPK 3.8. Prestasi yang luar biasa
untuk nya langsung menyandang gelar S1 dengan umur yang masih muda.
Ya, Allah
izinkanlah aku kembali menimba ilmu, aku akan berangkat ke Bandung dan akan ku
kejar gelar masterku disana ITB. Sembari bekerja sebagai pembuat web dan
program, Tio melanjutkan studi S2 nya di Institut Teknologi Bandung mengambil
gelar Master, Sistem Informasi. Disana dia temukan cinta nya yang dia yakini
akan menemani nya sampai menua nanti, dia adalah seorang wanita yang sangat
manis, baik hati, walaupun sedikit cerewet dan suka tertawa seenaknya. Tapi dia
memiliki suara yang merdu ketika bernyanyi dan mampu menunjukkan sosok
keibuannya. Mereka berdua menikah dan memiliki dua orang anak. Mereka
mengontrak ruamah di daerah dekat dengan ITB agar memudahkan mereka menimba
ilmu, kebetulan sang istri juga sedang mengambil gelar master. Alhamdulliah semua
selesai dengan baik dan gelar master berada ditangannya. Dia lalu tinggal
disana dan terdaftar sebagai dosen di ITB mengajar dan mengisi berbagai macam
seminar di Univ-univ di Indonesia atau mengikuti Talkshow di telivisi. Anaknya
juga telah besar dan disekolahkan di luar negeri.
Dan disinilah
impian nya yang sangat dia inginkan tercapai, membawa kedua orang tua, istri,
dan anak-anaknya ke kota suci Mekkah. Bersujud dihadapan sang Pencipta, dia
menangis mensyukuri segala nikmat yang diberikan oleh-Nya kepada dirinya.
Ya Allah mungkin
kisahku tidak akan seindah dengan apa yang aku tuliskan, tapi aku harap scenario
yang kau berikan akan lebih indah dari apa yang aku tuliskan. Amin.
Langganan:
Komentar (Atom)




