Minggu, 07 Desember 2014

Batu, Pinggiran Pantai, dan Buih Ombak

Batu itu ada ditepian bibir pantai
Terdiam menunggu membatu
Karam tak berlayar
Berenang tenggelam

Lalu,
Dari jauh mereka datang sekumpulan
Berlari menuju ketepian
Menjemput yang ada di daratan
Merayu berenang ke lautan


Dirayu ombak berenang ke lautan

Sabtu, 06 Desember 2014

Watermark

Pentingnya sebuah perlindungan terhadap pencurian atau pemakaian foto yang diunggah ke internet tanpa ada izin dari sang pemilik foto asli membuat saya membuat watermark sederhana.

Selain fungsi nya untuk perlindungan, sebagai ajang eksis agar orang-orang mengetahui siapa yang mengambil foto tersebut.

watermark

Rabu, 03 Desember 2014

Ngambil Foto Itu Enggak Gampang

Fokus juga milik sang juru potret. Kalau bisa menentukan fokus terhadap apa yang mereka ingin bidik dan tangkap gambarnya, maka hasilnya akan jauh lebih baik.

Susahnya cari fokus foto sama kayak susahnya mau fokus saat belajar pas ada laptop dan stick di depan badan. 

Bayang Kuning Dalam Putih Hitam


Selasa, 02 Desember 2014

Lompat Cinta.

#NgeBlogYukLagi ...


Melompat bersama dengan mu saja bahkan sangat menyenangkan.





foto by: AnwarAgusAbidin

#NgeBlogYukLagi

#NgeBlogYukLagi ....




Untuk hari-hari dan waktu yang sudah terlewati dan berlalu mari kita #NgeBlogYukLagi






Foto By: AnwarAgusAbidin

Selasa, 01 April 2014

-YA ALLAH INILAH PROPOSAL HIDUPKU-


                Waktu itu pukul 17.55 menjelang maghrib, lahir seorang anak laki-laki pasangan dari Ditar dan Nini yang diberi nama Muhammad Nurtannio. Lahir di Palembang tepat nya di Rumah Sakit Tiara Fatrin. Muhammad Nurtannio yang diberi panggilan Tio, tumbuh besar di Palembang. Dia menikmati masa kanak-kanak di Taman Kanak-kanak Ikal Dolog. Masa kecil yang luar biasa, bermain ayunan, perosotan, jungkat-jungkit, dan permainan lainnya yang dimiliki TK pada umumnya. Dia cukup bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, karena dia cukup banyak memiliki teman. Dua tahun masa kecil yang sangat menyenangkan dilalui, dia beranjak dewasa.

Pada tahun 2000 memasuki tahun ajaran baru SD Yayasan IBA Palembang. Disanalah dia sekarang menimba ilmu, mulai belajar membaca, berhitung. Pada waktu SD bisa dikatakan dia termasuk anak yang pintar karena sering mendapatkan juara kelas. Dia sangat senang bermain sepak bola bersama teman-temannya. Seperti biasa Tio sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan SD nya. Akan tetapi, pada waktu dia duduk di kelas tiga semester dua, dia harus pindah ke sekolah baru dikarenakan sang Ayah yang pindah tugas ke Bandar Lampung. Beliau bekerja di PT.Pelabuhan Indonesia II cab.Palembang dan dipindah tugaskan ke kantor cab.Lampung. Sebenarnya terlalu muda untuk Tio berpindah lingkungan, tapi dia hanya bisa mengikuti.

Bandar Lampung, 2003. Walaupun ini bukanlah kali pertama dia ke kota ini, sudah beberapa kali dia ke kota ini tapi bukan menjadi tempat persinggahan akan tetapi hanya sebagai lalu jalan saja. Biasanya Tio dan orang tua nya melewati kota Bandar Lampung untuk menuju Jakarta menuju tempat kerabat mereka di sana. Namun sekarang, mereka berada di sini untuk melanjutkan  hidup. Tio mendaftar di SD Fransiskus II Rawa Laut Bandar Lampung, terdaftar sebagai siswa pindahan. Agak sulit untuk dia beradaptasi di lingkungan yang baru ini dikarenakan factor Bahasa yang sangat berbeda jauh. Kalau biasanya dia menggunakan logat Palembang yang sangat kental, sekarang dia harus terbiasa mendengarkan kata-kata yang lebih Indonesia yang lebih formal ataupun lebih dikenal Bahasa gaul. Tapi ini bukanlah masalah yang besar yang dihadapi oleh dia, dibuktikan dengan dia mampu mengikuti dan memiliki banyak teman. Dia tergabung dalam klub sepak bola sekolah dan pernah mengikuti berbagai macam pertandingan antar sekolah di lampung. Walaupun semenjak pindah ke Bandar Lampung prestasi akademik sedikit menurun. Apalagi dipelajaran Bahasa Lampung, sangat sulit baginya. Waktu berlalu dengan cepat, seragam putih merah itu segera berganti.
“Kriing…Kringggg… “, bel sekolah berbunyi tanda tahun ajaran baru SMP dimulai. Ini MOS (Masa Orientasi Siswa) pertamanya di SMP N 23 Bandar Lampung. Dia mulai beranjak dewasa, badannya mulai meninggi dan sedikit jerawat mulai timbul. Waktu SMP dia mulai bangkit di bidang akademik, dia mengikuti lomba LCT dan Olimpiade walaupun belum pernah juara, akan tetapi sesuatu prestasi mewakili SMP nya. Tiga tahun sangat lah cepat, persabahatan, cinta, semuanya terbentuk di masa itu. Dan waktu membawa nya ke masa putih abu-abu. SMA.

SMA N 9 Bandar Lampung, 2009. Waktu begitu cepat, seperti terbangun di pagi yang sama akan tetapi sekarang berbeda. Seragam yang lama sudah diganti dengan yang baru. Buku yang lama sudah tak dipakai lagi. Memasuki masa-masa SMA dimana semuanya terasa sangat mengesankan, sangat indah, tempat dimana impian-impian segala mimpi di bayangkan, dikhyalkan, dijanjikan. Cinta masa SMA yang sangat sulit dilupakan dan sebuah persabahatan yang patut diapresiasikan sangat tinggi di bawa sampai mati. Tio sudah sangat dewasa walaupun tingkah nya masih sedikit kekanak-kanakan. Pada waktu SMA dia tergabung dicukup banyak organisasi. Mulai dari klub basket sekolah, klub film sekolah. Dia juga mempunyai band dan mengikuti festival-festival sekolah di Bandar lampung. Perjalanan yang sangat singkat yang rasanya tidak ingin diselesaikan, itulah masa SMA yang mungkin adalah satu-satunya masa yang setiap orang ingin mengulang nya. Akan tetapi waktu akan terus berlari, dia tidak akan menunggu atau berhenti satu detikpun. Hingga tiba dimana hari kelulusan, hari yang sangat sakral bagi seluruh siswa/siswi SMA se-Indonesia. Dan surat pun dia genggam, lalu dibuka. “ MUHAMMAD NURTANNIO dinyatakan LULUS “.

Kegagalan merupakan guru terbaik menuju keberhasilan. Dan itu memberi pelajaran yang sangat berharga untuk pemuda itu. Gagal dalam tes untuk masuk Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran adalah sebuah pukulan telak di hati dia. Impian yang dibangun seindah mungkin itu pecah berkeping-keping. Dia mencoba bangkit.

Di sinilah dia sekarang, Universitas Lampung. Ruang kuliah pertamanya, dengan kursi yang langsung mempunyai meja diatasnya tersusun secara vertical dengan dipisahkan dua lantai yang kosong sebagai sekat untuk jalan. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam D3 Manajemen Informatika. Tempat dimana impian baru terbentuk, sebuah mimpi baru dibangun disini. Dia memulai nya dari bawah lagi, mencoba mendaki anak tangga itu satu persatu hingga nanti dia temukan tempat yang lebih tinggi dimana semua impian nya bisa dia lihat dan dia gapai. Tergabung di Organisasi bernama HIMAKOM (Himpunan Mahasiswa Ilmu Komputer) mimpinya adalah menjadi Ketua Umum di Organisasi tersebut. Oke, dari sini mulai lah diceritakan mimpi-mimpi, sebuah prestasi yang akan dia raih, yang akan dia genggam dan akan dia kejar untuk mendapatkannya.

Ya, Allah izinkan lah aku lulus 2,8 tahun untuk kuliah ini dengan IPK diatas 3.5, begitu ucapnya. Dia coba pejamkan mata dan mendalami doanya. Dan tiga tahun lewat lah sudah diangkat lah toga itu, walaupun tidak 2,8 tahun tapi dia berhasil menyelesaikan masa kuliah tepat tiga tahun. Betapa bangga kedua orang tuanya, melihat sang putra dengan gagah berhasil menyelesaikan tugasnya.

Ya, Allah izinkanlah aku menginjakan kaki di Universitas Indonesia dan jadikanlah aku salah satu mahasiswa disana, amin. Tutup doanya sebelum mengerjakan soal-soal TPA untuk masuk program S1 ekstensi Univ.Indonesia. Walaupun soal-soal itu terlihat begitu susah akan tetapi dia berusaha mengerjakannya dengan baik. Dan akhirnya tiba hari pengumuman. Dia berhasil. Muhammad  Nurtannio, mahasiswa S1 Sistem Informasi angkatan 2015 berhasil lulus 1,5 tahun dengan IPK 3.8. Prestasi yang luar biasa untuk nya langsung menyandang gelar S1 dengan umur yang masih muda.

Ya, Allah izinkanlah aku kembali menimba ilmu, aku akan berangkat ke Bandung dan akan ku kejar gelar masterku disana ITB. Sembari bekerja sebagai pembuat web dan program, Tio melanjutkan studi S2 nya di Institut Teknologi Bandung mengambil gelar Master, Sistem Informasi. Disana dia temukan cinta nya yang dia yakini akan menemani nya sampai menua nanti, dia adalah seorang wanita yang sangat manis, baik hati, walaupun sedikit cerewet dan suka tertawa seenaknya. Tapi dia memiliki suara yang merdu ketika bernyanyi dan mampu menunjukkan sosok keibuannya. Mereka berdua menikah dan memiliki dua orang anak. Mereka mengontrak ruamah di daerah dekat dengan ITB agar memudahkan mereka menimba ilmu, kebetulan sang istri juga sedang mengambil gelar master. Alhamdulliah semua selesai dengan baik dan gelar master berada ditangannya. Dia lalu tinggal disana dan terdaftar sebagai dosen di ITB mengajar dan mengisi berbagai macam seminar di Univ-univ di Indonesia atau mengikuti Talkshow di telivisi. Anaknya juga telah besar dan disekolahkan di luar negeri.

Dan disinilah impian nya yang sangat dia inginkan tercapai, membawa kedua orang tua, istri, dan anak-anaknya ke kota suci Mekkah. Bersujud dihadapan sang Pencipta, dia menangis mensyukuri segala nikmat yang diberikan oleh-Nya kepada dirinya.

Ya Allah mungkin kisahku tidak akan seindah dengan apa yang aku tuliskan, tapi aku harap scenario yang kau berikan akan lebih indah dari apa yang aku tuliskan. Amin.